Rabu, 04 April 2012

Pengetahuan Microphone Bagi Sound Operator

  Kita lanjutkan postingan mengenai tips operator,dalam kesempatan ini postingan yang kami share tentang pengetahuan mengenai michrophone,walaupun dalam bagian Sound System telah diterangkan dalam judul bagian-bagian sound system......

Condenser diagframa besar lebih baik ?

Orang-orang menyangka bahwa perbedaan ukuran diaframa mic condenser akan menghasilkan perbedaan karakter sound. Memang benar bahwa nada-nada low dan cakupan frekuensi (frequency response) bisa menjadi lebih baik, tetapi sebenarnya keuntungan utamanya hanyalah berupa sound yang lebih keras.
Mic condensor berdiaframa besar menghasilkan bunyi lebih keras dibandingkan yang kecil. Sound lebih keras berarti tidak butuh banyak Gain di mic. Sedikit Gain juga berarti bahwa bocoran suara akan lebih sedikit, sekaligus noise dari pre-amp juga akan lebih kecil. – www.PCMus.com

Rahasia impedansi Mic dan Pre-Amp

Menyesuaikan impedansi (tahanan / resistor) mic dan pre-amplifier sering di salah-artikan. Mic dan pre-amp dengan impedansi sama belum tentu menghasilkan bunyi yang memuaskan. Mari kita pelajari lebih lanjut hal ini.
Setiap mic memiliki impedansi output tertentu. Begitu juga setiap pre-amplifier memiliki impedansi input tertentu. Simbol untuk impedansi ini adalah Z. Karena itu kata-kata Hi-Z dapat digunakan untuk impedansi mic dan impedansi pre-amp (Pemain gitar sangat familiar dengan Hi-Z ini).
Di lapangan, impedansi input pre-amp sangat mempengaruhi bunyi sound yang akan direkam. Ini sebenarnya adalah hasil dari interaksi output impedansi mic vs input impedansi pre-amp, yang kemudian menyebabkan perbedaan karakter bunyi seolah-olah seperti di-EQ. Interaksi ini berjalan dengan cara unik, terutama bila terjadi antara mic desain khusus seperti Neumann U87. Neumann U87 akan menghasilkan karakter bunyi unik bila dipertemukan dengan pre-amp Focusrite Red 7.
Beberapa pre-amp memiliki fasilitas untuk memilih impedansi nya seperti :
- Focusrite ISA 428 Pre Pack dengan 4 pilihan impedansi (600Ω, 1k4Ω, 2k4Ω, 6k8Ω)
- Summit Audio 2 BA-221 dengan tombol pilihan impedansi dari 100Ω-10kΩ
Menyesuaikan impedansi mic dan pre-amp hingga bernilai sama kurang disukai karena akan mengurangi level dan rasio signal to noise (S/N) hingga 6 dB. Untuk mic dynamic dan condensor, input impedansi pre-amp yang disukai biasanya 10 kali lipat impedansi output mic.
Lakukan eksperimen dengan mengubah-ubah input impedansi pre-amp anda. Anda tidak akan merusak mic ataupun pre-amp melalui eksperimen ini. Tetapi kemungkinan besar anda akan mendapatkan karakter sound yang anda cari – www.sweetwater.com

5 tipe Microphone

Bunyi adalah hal ajaib. Berbagai bunyi yang kita dengar disebabkan oleh perbedaan tekanan udara yang berubah tiap detik. Yang menakjubkan adalah udara meneruskan perbedaan tekanan itu dengan sangat akurat, bahkan dalam jarak jauh.
Microphone pertama dibuat dengan cara menempelkan sebuah diagframa besi ke sebuah jarum, dan jarum ini menggoreskan sebentuk pola ke sepotong foil metal. Bila kita berbicara, maka tekanan udara yang dihasilkan akan menekan diagframa besi tersebut, yang kemudian menggerakkan jarum, yang kemudian direkam di atas metal foil. Bila kita menempatkan jarum kembali di atas metal foil, maka goresan di atas metal foil tersebut akan menggerakkan jarum, dan kemudian menggerakan diagframa lagi, yang akhirnya menciptakan bunyi yang persis sama. Sebuah cara reproduksi suara yang sangat mekanis !
Microphone modern mencoba untuk melakukan hal yang sama, tetapi dengan cara elektris. Sebuah mic kini menangkap berbagai variasi tekanan udara dan mengkonversinya menjadi sinyal elektrik. Hingga saat ini, telah berkembang 5 macam teknologi konversi ini, yaitu :
Mic Carbon. Mic yang paling tua dan sederhana ini menggunakan debu karbon. Teknologi ini digunakan di telepon yang pertama dibuat hingga telepon modern saat ini. Tekanan udara terhadap diagframa akan mengubah-ubah aliran listrik di debu karbon, yang kemudian mengubah-ubah resistansi listrik, dan akhirnya mengubah-ubah aliran listrik yang mengalir.
Mic Dynamic. Mic jenis ini memanfaatkan efek elektromagnet. Waktu sepotong magnet bergerak melintasi sebuah kawat (atau koil kawat), magnet tersebut akan mempengaruhi aliran listrik di kawat. Dalam mic dynamic, tekanan udara menggerakkan diagframa, yang kemudian menggerakan magnet atau koil dan menghasilkan listrik kecil.
Mic Ribbon. Dalam mic ribbon, sepotong pita tipis (ribbon) digantungkan di medan magnet. Tekanan udara akan menggerakkan pita dan mengubah aliran listrik di medan magnet tersebut.
Mic Condensor. Mic ini menggunakan kapasitor, dimana satu sisi plat kapasitor bergerak sesuai tekanan udara. Pergerakan ini akan mengubah kapasitansi kapasitor dan perubahan ini akan diperkuat untuk menghasilkan sinyal yang kuat. Mic condensor biasanya membutuhkan baterai untuk menghasilkan aliran listrik di kapasitor.
Mic Crystal. Mic ini memanfaatkan sifat kristal yang mengubah aliran listrik sewaktu sang kristal berubah bentuk. Dengan menempelkan diagframa di kristal, maka sang kristal akan mengubah aliran listrik waktu tekanan udara mengenai diagframa - www.electronic.howstuffworks.com

Mengambil suara Orkestra / Paduan Suara


Dalam merekam orkestra secara live, adalah lebih baik dan mudah menggunakan sistem stereo mic (2 mic) daripada banyak mic. Banyak mic akan menimbulkan kesulitan mixing. Kecuali anda memiliki jam terbang yang tinggi dan terbiasa dengan bunyi orkestra, maka me-mix stereo mic akan jauh lebih mudah dibandingkan banyak mic.
Ruangan tempat orkestra bermain juga bervariasi dari kering hingga luber reverb, karena itu saya menyarankan tiga teknik micking stereo berikut :
- teknik ORTF untuk ruangan dengan reverb luber.
- teknik Decca-Tree untuk ruangan bersound indah dengan reverb pendek.
- teknik XY untuk ruangan dengan reverb sedang.       

Teknik ORTF : tempatkan mic ala ORTF dengan posisi 1,2–2 meter di belakang Dirigen / Conductor. Posisikan mic 2 meter di atas panggung dengan posisi miring ke bawah 5 derajat. Teknik ini akan mengurangi bunyi ambience ruangan.
Teknik DECCA-TREE : gunakan 3 mic omni dengan gain mic tengah -5dB dibandingkan 2 mic lainnya. Letakkan persis di belakang Dirigen.
Teknik XY : gunakan 2 mic cardioid dengan posisi 2 meter di belakang Dirigen. Posisikan mic di atas panggung dengan posisi miring menghadap ke bawah 5 derajat.
Selama cek sound pastikan agar suara terkeras orkestra berada di -6 dB, karena biasanya waktu tampil, para pemusik akan main lebih keras dibandingkan waktu cek sound, sehingga anda terhindar dari peak - Georq Burdicek 

Miking Stereo ORTF

Teknik ini pertama kali digunakan tahun 1960 an oleh Office de Radiodiffusion Télévision Française (ORTF) untuk menangkap suara stereo. Teknik ini menggunakan 2 buah mic cardioid yang ditempatkan dengan jarak 17 cm (jarak umum antara kedua telinga manusia) dengan  sudut 110 derajat.
Teknik ini sangat baik digunakan untuk menangkap bunyi mini grup musik yang sudah terbalance dengan baik (cth : orkestra, paduan suara besar, dsb.) - dari wikipedia

Teknik Blumlein

Ingin mendapatkan suara stereo ruangan (ambience) dalam rekaman anda ? Coba teknik mic stereo Blumlein yang diciptakan Alan Dower Blumlein tahun 1931. Walaupun usianya sudah lanjut, tapi teknik ini masih sangat efektif dalam menangkap bunyi ambience ruangan.
Teknik ini menggunakan dua buah mic Figure 8 (bi-directional) dengan posisi mirip seperti teknik XY, yaitu bersilangan 90 derajat satu dengan yang lainnya.
Salah satu aplikasi teknik Blumlein ini adalah dengan meletakkannya di atas pemain drum, dengan moncong mic mengarah ke drumnya. Kita akan mendapatkan sound yang si pemain dengar melalui cara ini – EQ Magazine

Mic dynamic dalam rekaman ?

Rekaman vokal tidak harus selalu menggunakan mic condenser. Pertimbangan untuk menggunakan mic dynamic patut diperhitungkan bila kita menghadapi terlalu banyak bunyi plosive B,P, dan T dan bunyi sibilance S, dan J dari si artis.
Beberapa pembicara voice-over menyukai mic dynamic EV RE-20 and SM-7 dalam rekaman. Bahkan Bono – vokalis U2 sering menggunakan SM-58 untuk merekam seluruh vokalnya di studio. Kenapa ragu menggunakan mic dynamic ? – Hal Robertson

Penempatan Mic untuk Grand Piano

DPA microphone, salah satu produsen mic terbaik dunia, menyarankan beberapa teknik pengambilan suara grand piano untuk hasil yang baik.
Hal utama yang harus diperhatikan untuk merepro suara grand piano yang baik adalah titik balance dari rasio hammer (pemukul) ke wood (kayu) dalam grand piano.
Tempatkan mic di atas hammer piano lalu geser pelan-pelan ke arah pinggir kayunya. Pilih titik dimana bunyi piano terdengar paling baik. Disitulah titik balance terbaik dimana mic harus ditempatkan.
Kadang-kadang titik balance ini berada di luar piano. Gambar A memperlihatkan penangkapan titik balance di luar piano dengan sepasang mic omni.
 
Bila kita menggunakan mic cardioid, maka seting ORTF (Gambar B) dan seting XY (Gambar C) juga bisa dijadikan acuan untuk mendapatkan suara grand piano yang baik.

Pilihan teknik miking lainnya yang disukai adalah dengan 2 mic omni yang ditempatkan di atas tuts piano (Gambar D). Jaga agar diagframa (moncong) mic harus saling menghadap satu dengan lainnya. Cari ketinggian yang paling baik suaranya.
Selamat mencoba – disadur dari dpamicrophones.com

Phantom Power (Tenaga Hantu) ?

Phantom Power adalah nama panggilan untuk arus listrik 48 volt yang diperlukan untuk membuat mic Condenser / Capacitor bekerja. Kata "Phantom" yang artinya "hantu" sangat sesuai karena memang kita tidak bisa melihat Power Supply -nya. Power Supply nya bisa ada di dalam MIXER dan tidak membutuhkan tambahan kabel untuk menyalurkan nya ke microphone.
Kata "Phantom" sendiri sesuai karena tidak akan terjadi perbedaan voltase diantara 2 conductor sinyal mic - kecuali jika microphone yang digunakan memang dirancang untuk menerima 48 volt. Sebuah microphone yang tidak di desain untuk menerima Phantom Power tidak akan mengenali adanya arus 48 volt ini (sepanjang mic tersebut memiliki output transformer yang umum).
Pada awalnya, mic Capacitor / Condenser dibuat sekaligus dengan Power Supply nya. Jadi bila kita menggunakan 10 mic Capacitor, maka kita juga harus menginstalasi 10 buah Power Supply nya. Tapi sejak 1966, Norwegian State Television ingin mengubah kebiasaan ini dengan memanfaatkan sistem listrik 48 volt yang kebetulan dimiliki Norwegia.
Pabrik mic Neumann menanggapi kondisi ini dengan menciptakan Neumann K84, mic Condenser pertama yang mendapatkan tenaga dari sistem listrik DC 48 volt dan bukannya dari Power Supply sendiri. Sejak itulah teknik Phantom Power digunakan. - RecordProducer.com

Menangkap suara ikan Paus ?

Tahukah anda, bahwa ada mic yang dapat menangkap suara di bawah permukaan air ?
Mic DolphinEAR Hydrophone dapat ditanam di bawah air hingga kedalaman 100 meter selama jangka waktu yang panjang untuk memonitor suara bawah laut (paus, lumba-lumba, kapal selam, suara orang dari kapal, dsb)
Mic ini juga dapat juga ditanam di dalam es untuk menangkap suara lomba ice-skating. Mic ini juga dapat ditanam di dalam tanah untuk mendengar bunyi vibrasi gedung, atau bunyi hewan dalam tanah, atau bunyi kendaraan yang lewat.
Mic ini bukan mic Condensor, dengan pola penangkapan suara omni-directional  dan dapat menangkap range frekuensi 15 Hz - 20kHz
Anda tertarik menempatkan lagu lumba-lumba sebagai sound-effect  ? - dolphinEar.com

Mic biola dan saxophone


Bruce Bartlett, pengarang “Practical Recording Techniques” menyarankan kita untuk mengambil suara biola dengan menempatkan sebuah mic condenser yang flat dengan jarak 30-70 cm di atas, Bila suara nya terlalu mid, maka geser mic agak ke samping.
Untuk sax, tempatkan sebuah mic condenser / dynamic flat sedikit di atas corong dan kira-kira sejauh 45 cm dari corong. Mic diletakkan menghadap sisi kanan pemainFocal Press

Frekuensi wireless mic

Federal Communications Commision (FCC / Badan pengatur gelombang komunikasi Amerika)  kini mulai memaksa stasiun televisi untuk berpindah ke jalur televisi digital.
Bila hal ini benar terjadi, maka efeknya akan sangat besar bagi pengguna mic wireless. Sampai saat ini, masih banyak wireless mic dengan frekuensi UHF yang jatuh di antara 746-806 MHz, dimana frekuensi ini juga digunakan oleh televisi.
Orang yang teliti biasanya mencoba memonitor frekuensi radio lokal dengan wireless mic mereka untuk mengetahui frekuensi apa saja yang bebas dari interferensi radio, tetapi di masa mendatang akan lebih sulit lagi dengan munculnya tv digital.
Efek interferensi ini juga akan meningkat bila baterai mic melemah. Telitilah dalam memilih wireless mic – Jeff Harrison

Mic cardioid bisa berubah menjadi mic omni !

Phase cancellation adalah kunci dari polar pattern mic. Mic bekerja dengan menggunakan diaphragma yang bergerak sesuai tekanan suara. Waktu suara menekan diphragma depan, maka diaphragma akan bervibrasi dan menghasilkan energi listrik yang kemudian menjadi sinyal audio.
Waktu suara menekan diaphragma bagian belakang mic, maka hal yang sama akan terjadi tetapi dalam gerakan yang terbalik dengan diaphragma depan. Maka terjadilah phase cancellation. Dengan mengontrol berapa banyak suara yang menekan diaphragma depan dan belakang, maka berbagai polar pattern mic dapat diciptakan.
Bila energi suara yang menekan diaphragma depan 100% sama dengan yang menekan diaphragma belakang, dan keduanya bergerak searah, maka terciptalah polar omni.
Bila sang penyanyi melingkari telapak tangan nya di sekeliling mulut mic cardioid, maka tangan tersebut akan menghalangi suara masuk ke diaphragma belakang. Jadi hanya diaphragma depan saja yang bergerak. Maka terciptalah polar omni dari mic cardioid tersebut. Kini mic cardioid kita yang tidak rawan feedback menjadi rawan terhadap feedback. Selamat bersenang-senang ! – Peter L. Janis

Wireless UHF atau VHF ?


Banyak orang berpandangan salah dengan menganggap bahwa teknologi wireless UHF (Ultra High Frequency = 300 – 3000 MHz) lebih baik daripada VHF (Very High Frequency = 30-300 MHz), padahal keduanya sama saja.
Memang frekuensi UHF lebih tinggi sehingga membutuhkan beberapa komponen yang khusus dan mahal, sehingga kemudian wireless UHF dianggap lebih canggih. Tetapi UHF sangat boros energi.
Dengan gelombangnya yang tinggi dan lebar, UHF menawarkan lebih banyak pilihan. Bila anda menggunakan banyak wireless di satu tempat, maka UHF adalah pilihan yang baik karena anda dapat memisahkan semua gelombang wireless yang ada. Selain itu UHF lebih baik menembus rintangan tembok dan sebagainya.
Tetapi bila anda tidak memerlukan banyak wireless di satu tempat, maka VHF adalah pilihan yang tepat karena lebih hemat baterai dan dapat menjangkau lebih jauh karena gelombangnya rendah. Wireless dan receiver VHF tidak perlu saling ‘terlihat’ satu sama lain.
Jadi, VHF lebih hemat harga dan tidak boros baterai, tetapi lebih sedikit pilihan gelombangnya dibandingkan UHF - dari berbagai sumber