Tampilkan postingan dengan label WiFi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WiFi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2012

Cara pasang jaringan WiFi di rumah

Perangkat wifi sekarang sudah sangat menjamur. Dengan adanya perangkat wifi tersebut kita dipermudah dalam hal sharing, baik sharing data, sharing hardware  ataupun sharing koneksi internet. Jadi misal dengan satu akun internet, kita bisa menyebarkan untuk digunakan oleh orang lain yang tentunya memiliki perangkat penerima sinyal wifi. Sangat menghemat biaya yang kita keluarkan untuk dana koneksi internet pastinya. Nah, bagaimana cara membangun atau membuat jaringan wifi dirumah ? Artikel sobatpc.com kali ini akan membahas cara membangun jaringan wifi dirumah, silahkan simak terus.

Saya ingat dulu ketika Wi-Fi masih eksklusif, banyak pemilik gadget Wi-Fi yang menyerbu kafe-kafe berlogo Wi-Fi zone, untuk sekedar browsing sambil makan-makan… 

Namun sekarang jumlahnya sudah gak banyak lagi karena rata-rata mereka sudah memiliki access point pribadi di rumah. Nah, kali ini saya akan memberikan tips pasang Wi-Fi di rumah anda.

  • Pastikan anda sudah berlangganan internet
Baik dari ISP ADSL seperti telkom speedy atau paket mobile broadband seperti smart. Saran saya pakai pakai speedy paket unlimited 195 ribu/bulan. Bukan bermaksud promosi, ISP tipe ADSL semacam speedy menjamin sinyal internet tetap stabil, tak terpengaruh cuaca.

  • Jangan salah pilih modem Wi-Fi
Setahu saya ada 2 tipe modem Wi-Fi dengan harga yang beda lumayan jauh. Tipe pertama input ke modem berasal dari output ethernet modem kabel. Jadi untuk bisa Wi-Fi, anda harus menggunakan 2 modem, modem kabel untuk mengakses internet dan modem Wi-Fi untuk memancarkan sinyal internet dari modem kabel tadi.
Saya menggunakan tipe yang ini karena saya sudah punya modem bawaan dari speedy, jadi tinggal beli dan pasang modem router Wi-Finya..  Harga modem ini lumayan murah, sekitar Rp 230 ribu-an. Tipe kedua input ke modem Wi-Fi bisa langsung dari kabel telepon. Jadi anda tidak butuh lagi modem kabel karena sinyal langsung di transmit oleh modem Wi-Fi. Bentuk umumnya lebih besar dari tipe pertama, harganya lebih mahal, sekitar Rp 600 ribu-an.

  • Letakkan modem di posisi yang baik
Posisi yang baik adalah di tengah rumah, biar 1 rumah bisa tercover sinyal. Taruh di tempat yang agak tinggi dan jauh dari peralatan elektronik seperti TV, kulkas, dll karena akan mengganggu kekuatan sinyal Wi-Fi.

  • Proteksi jaringan hotspot anda
Lakukan dulu proteksi dasar seperti mengubah password admin dan mengaktifkan security key di jaringan anda. Sebaiknya pilih enkripsi key yang bertipe WPA. Settingan bisa berbeda di tiap modem jadi tidak akan saya jelaskan lebih lanjut.

  • Seputar paket internet
Jika anda menghendaki modem Wi-Fi aktif 24 jam, disarankan pilih paket internet yang unlimited biar gak kelebihan quota karena modem tetap aktif mengakses internet secara periodik, walaupun tidak digunakan.
Sepertinya itu dulu yang utama…  Dengan adanya modem Wi-Fi, maka perangkat Wi-Fi yang lain seperti ponsel atau PC tablet bisa ikut mengakses internet, tanpa perlu menggunakan jaringan operator lagi (yang menguras pulsa).

Jadi dalam kasus saya yang pakai speedy, cuma bayar 215ribu per bulan (195ribu + pajak..  ) maka sudah bisa menikmati internet di semua perangkat Wi-Fi secara free 24 jam. Lumayan bukan? Umumnya ISP sekarang sudah menyediakan bundle modem Wi-Fi dalam promonya. jadi lebih dimudahkan karena tidak usah membeli modem lagi secara terpisah.

Cara membuat antena wajan untuk menangkap hotspot

Sarana internetan gratis atau hotspot memerlukan beberapa alat untuk menangkap sinyal yang kecil ataupun jauh. wajan merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk menangkap sinyal hotspot, disamping itu kita juga perlu beberapa cara taupun kiat untuk menangkap sinyal supaya hasilya optimal.

Berbagai cara dilakukan oleh para penggila wifi untuk dapat meningkatkan kualitas tangkapan gain sinyal perangkat wifi mereka untuk menambah tangkapan sinyal dari akses point ataupun hotspot.Hal ini dilakukan pada umumnya untuk dapat terus menggunakan akses internet maupun sumber daya jaringan lain yang terhubung dengan akses point atau hotspot tersebut. Kualitas tangkapan sinyal dari sebuah perangkat wifi pada arsitektur 802.11 a/b/g atau n dalam menangkap sinyal wifi dari pancaran sebuah akses point atau hotspot pada umumnya dibatasi oleh beberapa hal.

Faktor jarak yang relatif jauh dan juga factor hambatan lain seperti pemasangan sebuah hotspot yang tidak benar pada ruangan gedung yang tidak terjangkau juga menjadi salah satu sebab berkurangnya kualitas tangkapan sinyal pada perangkat wifi di komputer anda. Beberapa alat tambahan dibuat dan dijual secara komersil oleh produsen perangkat wifi untuk dapat meningkatkan kualitas tangkapan sinyal perangkat wifi standar. Namun karena beberapa faktor seperti harganya yang cukup mahal membuat perangkat tersebut kurang begitu diminati oleh para konsumennya.

Salah satu alat yang biasa digunakan untuk meningkatkan kualitas sebuah perangkat wifi adalah antenna wifi eksternal yang dapat anda jumpai pada toko-toko komputer di kota anda. Namun bagi anda yang terlanjur membeli sebuah wifi USB adapter standard dan merasa tidak puas dengan hasil tangkapan sinyal wifi anda tersebut, maka anda dapat mengubah wifi USB adaptor anda tersebut menjadi sebuah antenna wifi USB eksternal dengan sedikit kreatifitas.

Antena Wifi USB atau biasa disebut dengan Uni-Directional Wifi Range Extender adalah sebuah perangkat tambahan pada sebuah komputer yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tangkapan sinyal wireless standar dari jarak yang cukup jauh dengan menggunakan adapter USB Wifi standar. Dalam pembuatan antenna Wifi USB ini kita tidak memerlukan modifikasi apapun pada adapter USB wifi standar kita ataupun mengubah bentuk fisik komputer (PC) anda. Hanya sebuah jalan pintas yang mudah untuk meningkatkan kekuatan sinyal dan jarak dari adaptor USB Wifi anda. Dan cara ini bekerja juga untuk seluruh jenis adaptor USB wifi standar yang biasa anda pakai.

Apabila tempat lingkungan anda dekat area wifi hotspot kita hanya memerlukan salah satu perangkat keras diatas yaitu USB WIFI, tetapi kalau jauh, ya pakai antena wajan bolic. Antena wajan bolic bertujuan untuk memperhemat dana dari pada membeli antena grid atau yagi yang mahal itu. Kalau cukup jauh anda bisa menaruh repeater diantara wifi hotspot dan tempat anda.

Sebelum anda menikmati internet gratis dengan wifi, ada yang harus anda kerjakan terlebih dahulu, yaitu membuat antena wajan bolic. Bagaimana membuat antena tersebut ? kita lihat di bawah ini:


Alat dan Bahan  untuk membuat Antena Wajan Bolic
  • Tutup Panci/wajan penggorengan (bahan dari metal) berdiameter minimal 45 cm
  • USB Wifi Adapter
  • USB wirelles 11 MB + kabel ( UTP CABLE CAT 5E )
  • Kaleng berdiameter 10 cm dengan tinggi 15 cm
  • Gergaji dan Bor alat pelubang panci
  • Tang/  Mur 
  • Lem dengan daya tahan lama dan kuat/ Alteco (perekat)
  • Permen Karet ataupun perekat lainnya yang lunak
Langkah Pertama – Membuka tutup panci

Ketika anda membeli sebuah tutup panci, pada umumnya tutup panci tersebut memiliki pegangan yang dapat dilepas dengan cara memutarnya. Bukalah pegangan tutup panci tersebut dengan cara memutar pegangan panci tersebut sehingga lubang pegangan tutup panci tersebut terbuka.

Langkah Kedua – Melubangi Tutup Panci

Tutup panci harus anda coak terlebih dahulu agar lubang yang tersedia cukup besar, dimana lubang tersebut nantinya berguna untuk menempatkan extension cable yang telah disiapkan. Gunakan tang untuk melubangi tutup panci tersebut. Lubangi bagian tengah tutup panci anda dengan cara di coak menggunakan tang yang telah disiapkan. Yang perlu di ingat adalah lubang yang dibuat harus pas untuk extension cable yang nanti akan ditancapkan pada tutup panci tersebut.

Langkah ketiga – Memasukkan USB extension cable
Masukkan bagian Female end dari USB extention cable anda (bagian kabel yang tidak konek ke komputer atau yang akan masuk ke dalam slot USB wifi adapter) kedalam lubang yang baru saja dilubangi. Jika belum pas, maka lubangi kembali tutup panci hingga sesuai dengan bagian tersebut.

Langkah Keempat – Memperkuat USB Extension Cable
Setelah USB extension cable telah terpasang pada tutup panci, kemudian rekatkan permen karet yang telah disiapkan (kunyah dulu sebelum direkatkan hingga permen karet lembek). Kemudian lem bagian tersebut hingga mengeras atau kuat dengan menggunakan lem alteco. Tujuan utama langkah ini adalah agar antara USB extension cable dan bagian metal tutup panci tersebut tidak bergoyang. Pastikan lem tersebut benar-benar kuat dengan cara mengelem pada kedua sisi konektor tersebut.




 


ini untuk perpanjangan kabel. jadi dipotong aja disesuaikan dengan kebutuhan habis itu disolder biar tidak ada goncangan yang akan membuat koneksi hilang karena kehilangan power

Langkah Kelima – Memasang USB wifi Adapter
Setelah lem merekat kuat pada bagian yang diinginkan, maka antenna wifi USB anda telah siap digunakan. Langkah terakhir adalah menempatkan USB wifi adapter anda kedalam port yang tersedia pada antenna wifi anda.


Langkah Terakhir – Memasang Antena
Langkah terakhir adalah menghubungkan male end USB antenna wifi anda tersebut (dari extension cable) ke dalam port USB di komputer anda. Ada baiknya jika anda menggunakan alat penyangga untuk menahan perangkat ini agar mudah digunakan dan diarahkan. Anda dapat menggunakan tripod handycam atau menempelkannya langsung pada jendela kamar anda.

Kini anda dapat menikmati kekuatan sinyal wifi yang kuat dari jarak yang relatif jauh. Nyalakan aplikasi Netstumber atau Kismet untuk melihat kekuatan gain sinyal wifi yang bisa anda dapatkan. Dan alat ini telah siap untuk ber-war driving sinyal wifi hotspot tetangga anda Namun perlu diingat bahwa alat ini digunakan untuk memfokuskan penangkapan sinyal pada target pemancar sinyal, sehingga pada penggunaannya, arahkanlah alat ini pada sebuah pemancar sinyal atau hotspot agar penggunaannya lebih maksimal
Keberadaan jaringan wifi memang sudah sangat banyak. Hampir disetiap penjuru kota, bangunan, sekolah, kantor memilikinya. Jaringan wifi ini banyak dimanfaatkan untuk keperluan pembuatan area hotspot dan jaringan komputer tanpa kabel atau sering disebut wireless. Jaringan wifi ini bekerja menggunakan gelombang radio dengan frekuensi yang sangat tinggi. Jadi apakah memang ada pengaruh dan bahayanya bagi kesehatan kehidupan di mukan bumi ini ? Ok, dalam postingan kali ini saya akan memberikan sedikit informasi yang mungkin bisa menambah wawasan anda mengenai bahaya radiasi yang ditimbulkan oleh  jaringan tersebut.

Menurut temuan Panorama (program stasiun televisi Inggris, BBC), tingkat radiasi yang dipancarkan perlengkapan Wi-Fi pada satu sekolah di Norwich, yang memiliki lebih dari seribu murid, lebih tinggi ketimbang tingkat radiasi yang dipancarkan dari menara transmisi operator telepon seluler umumnya. Pengukuran Panorama menunjukkan kekuatan sinyal Wi-Fi di dalam ruang kelas itu tiga kali lebih kuat daripada intensitas radiasi dari menara ponsel.

Efek radiasi bagi kesehatan, menurut Professor Olle Johansson dari Karolinska Institute in Swedia, yang diwawancarai Panorama, “Jika melihat literatur, Anda bisa temukan sejumlah efek radiasi, seperti kerusakan kromosom, berdampak pada kapasitas konsentrasi dan menurunnya memori jangka pendek, serta meningkatnya kejadian berbagai tipe kanker.”

Ilmuwan lain, Dr Gerd Oberfeld dari Salzburg, mengatakan ini saatnya Wi-Fi dicabut dari sekolah-sekolah. “Alasannya, jika Anda melihat data, akan tampak gambaran yang jelas, seperti puzzle dan semua cocok, dari pecahnya DNA pada tingkat penelitian binatang hingga kejadian epidemiologis, misalnya peningkatan gejala dan tingkat penyakit kanker.” tambahnya.

Penelitian lainnya dilakukan oleh Wageningen University yang menemukan bahwa pepohonan yang tumbuh di kawasan yang memiliki aktivitas Wi-Fi tinggi, khususnya di kawasan pemukiman penduduk, menderita gejala seperti pendarahan, celah di kulit, matinya bagian tertentu dari daun, serta pertumbuhan yang abnormal. Untuk menguji apakah penyebab penyakit misterius tersebut diakibatkan oleh radiasi Wi-Fi, peneliti menggunakan 20 pohon ash atau Fraxinus dan memberikan berbagai tingkat radiasi pada pohon-pohon tersebut selama 3 bulan.

Ternyata, pohon yang terkena sinyal Wi-Fi menunjukkan tanda-tanda penyakit akibat radiasi, termasuk warna seperti timah pada daun-daunnya, yang mengindikasikan bahwa daun tersebut akan segera mati. Namun, sayangnya sayangnya, hingga saat ini, belum ada solusi yang dapat diberikan bagi pepohonan akibat dampak buruk penggunaan WiFi tersebut.

Seputar WiFi

Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
  • 802.11a
  • 802.11b
  • 802.11g
  • 802.11n
Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan izin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:
  • Channel 1 – 2,412 MHz;
  • Channel 2 – 2,417 MHz;
  • Channel 3 – 2,422 MHz;
  • Channel 4 – 2,427 MHz;
  • Channel 5 – 2,432 MHz;
  • Channel 6 – 2,437 MHz;
  • Channel 7 – 2,442 MHz;
  • Channel 8 – 2,447 MHz;
  • Channel 9 – 2,452 MHz;
  • Channel 10 – 2,457 MHz;
  • Channel 11 – 2,462 MHz
Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.


Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat –khususnya di kalangan komunitas Internet– menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut –yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan– dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.

Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).

Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :
  • PCI
  • USB
  • PCMCIA
  • Compact Flash
  • Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu
Ad-Hoc. Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point
Infrastruktur. Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).
Terdapat beberapa jenis pengaturan keamanan jaringan Wi-fi, antara lain:
  • WPA Pre-Shared Key
  • WPA RADIUS
  • WPA2 Pre-Shared Key Mixed
  • WPA2 RADIUS Mixed
  • RADIUS
  • WEP

Kamis, 29 Desember 2011

Membobol hotspot WEP/WPA kEY

Dari sekian banyak cara untuk membobol hotspot, berikut saya tambahkan lagi satu trik untuk anda pecinta hotspot karena seperti kata pepatah, “banyak jalan menuju roma untuk membobol hotspot”. Satu software bernama WZCOOK.

Yaitu software ringan untuk mencari WEP/WPA yang berguna untuk pengguna hotspot. Mengapa berguna, karena dengan kita mengetahui kode WEP/WPAi hotspot kita bisa menggunakan hotspot tersebut tanpa bertanya ke admin hotspot.

Software ini tidak perlu di install, setelah software ini dijalankan muncul:
1. ESSID: yang berarti nama hotspotnya.
2. WEP Key/WPA: kode passwornya.
3. C:\wepkeys.txt press Ctrl-C: dengan kita mengklik Ctrl-C akan tersimpan di “C”, jadi tidak perlu dicatat.


Bila kode WEP Key/WPA nya 0000sekian-sekian itu berarti tidak bisa digunakan