Tampilkan postingan dengan label Sound System. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sound System. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2012

Materi Kabel Sound system

Material Kabel
      Bahan – bahan penyusun kabel merupakan komponen penting yang membuat suara yang dihasilkan bisa berbeda satu sama lain. Bahan utama sebuah kabel adalah tembaga. Tapi umumnya tembaga yg tersedia tidak murni. Kesulitan yang akan timbul dari tembaga tak murni adalah, mudah teroksidasi jika mendapat kontak dengan udara. Untuk menghindarinya, beberapa pabrik pembuat kabel memberi label OFC  atau  Oxygen  Free  Cable.  Maknanya  kabel  itu  memiliki pembungkus yang sangat baik sehingga oksigen tidak dapat masuk sampai ke bagian tengah kabel. Pernah melihat kabel speaker yang sudah berumur satu tahun dan berwarna hitam agak kehijauan, itulah tandanya oksigen dapat masuk ke bagian tengah kabel. Konduktor sebagai media penghantar listrik memiliki peran yang besar dalam menentukan kualitas kabel. Bahan konduktor yang sering dipakai untuk kabel audio dapat dijabarkan sebagi berikut: 

  •   Tough Pitch Copper/Silver
       Adalah bahan konduktor yang umum dipakai untuk kabel listrik.
       Jenis konduktor ini adalah jenis yang paling murah dan kualitas
       yang kurang baik untuk sinyal audio. 
  •   Metal Alloy Conductor
       Adalah bahan konduktor dengan campuran yang unik.  –– Oxygene Free Silver
  •   Oxygen Free Copper [OFC]
       Adalah bahan konduktor copper/silver dengan kadar Oksigen
       yang rendah. 
  •   Silver plated OFC
       Bahan konduktor copper bebas oksigen yang dilapisi silver. 
  •   Ohno Continous Casting Copper/Silver
       Adalah bahan konduktor copper/silver yang diproses khusus
       sehingga menghasilkan butir mono kristal dengan tingkat
       kemurnian tertinggi saat ini. 


      Untuk menghindari oksidasi, pabrik  melapisi tembaga dengan seng. Namun suara yang dihasilkan sangat tajam dengan ton rendah yang kurang solid. Tapi anehnya, kabel seperti ini memperkuat sinyal secara keseluruhan. Sehingga, ketika kita membaca meter yg ada di mixer, sinyal bisa naik hampir 20 % dibandingkan dengan kabel tembaga murni. Contoh kabel mikrofon yang berlapis seng antara lain  : Klotz Quad SQ422, Belden 8760, dan Belden 8761. Sedangkan untuk kabel speaker, Belden 8470. 
Geometri pada kabel berperan sebagai ground, mengurangi problem skin efek, bunching efek dan lain –lain.

      Dalam kabel audio kita mengenal beberapa geometri kabel seperti: Kabel solid, Kabel serabut, Kumpulan kabel serabut dengan geometri   tertentu,   penampang   bundar,   penampang   gepeng, penampang hollow-oval dll. Bahan Insulasi atau sering disebut dielektrik berfungsi sebagai pelindung konduktor, menghalau sinyal radio frekuensi, mengurangi  problem skin efek, dll. Kita mengenal beberapa bahan insulasi yang sering di pakai di kabel audio: PVC, Plastic, FPE, PP, Teflon dll

Sabtu, 17 Maret 2012

Kabel Sound System

Jenis kabel dibagi berdasarkan fungsinya. Adapun jenis-jenisnya dipaparkan di bawah ini.

a. Kabel Yang Dialiri Arus / Kabel Power
      • Kabel yang dialiri arus untuk menyalakan perangkat audio
         disebut kabel strom kabel power.
      •   Tanpa kabel strom, perangkat audio sebaik apapun tidak dapat
         menyala.
      • Sinyal yang melalui kabel strom ini diubah oleh perangkat audio
         menjadi sinyal suara. Oleh karena itu kemurnian sinyal yang
         dialirkan dengan kabel strom sangat mempengaruhi kualitas
         suara yang dihasilkan oleh perangkat audio.
      • Faktor yang mengurangi kemurnian sinyal adalah EMI (Electro
         Magnetic Interference) dan RFI (Radio Frequency Interference).
         Contoh: handphone walaupun dalam posisi standby tetap
         mencari sinyal sehingga mengeluarkan RFI.
      • Untuk mendapatkan kualitas suara yang baik, mulailah dari
         awal yaitu kabel strom yang baik.

b. Kabel Digital
     • Kabel yang dialiri oleh sinyal digital disebut kabel digital.
     • Sinyal digital diambil dari CD/DVD Player sebelum dikonversi ke
       analag oleh DAC (Digital to Analog Converter) dalam head unit.
     • Ada 2 jenis kabel digital yang sering digunakan, yaitu: SPDIF dan
       TOS-LINK.
     • Kabel digital format S-PDIF unggul dalam hal kualitas suara (lebih
       berkesan analog) tetapi panjang maximum-nya 2 meter. Apabila
       dipaksakan lebih dari 2 meter, maka sinyal digital melalui S-PDIF
       cacat dan dapat menyebabkan kerusakan pada head unit
       ataupun prosesor.
     • Kabel digital format Toslink memang kalah dalam hal kualitas
       suara namun panjangnya bisa sampai 6 meter atau bahkan lebih.

c. Kabel Interconnect
     • Sinyal analog yang keluar dari prosesor atau head unit adalah
       sinyal tegangan rendah atau sering disebut ‘sinyal arus lemah’.
       Kabel yang digunakan untuk mengalirkan sinyal arus lemah ini
       menuju amplifier disebut kabel interconnect.
     • Ada 2 jenis kabel interconnect yang sering digunakan, yaitu kabel
       interconnect format Balance dan Unbalance.
     • Kabel Unbalance terdiri dari 2 kabel utama, yaitu: kabel untuk
       sinyal suara positif dan kabel untuk sinyal suara negatif yang
       digabung dengan ground.
     • Terminasi kabel unbalance umumnya menggunakan model RCA
       namun bisa juga menggunakan model XLR.
     • Desain kabel Unbalance lebih sederhana dibandingkan Balance
       sehingga banyak digunakan di ‘audio mobil’ dan ‘audio rumah
       high-end’.
     • Kabel Balance terdiri dari 3 kabel utama, yaitu: kabel untuk sinyal
       suara positif, kabel untuk sinyal suara negatif, dan kabel untuk
       ground. Oleh karena sinyal suara negatip tidak ‘menumpang’
       pada  ground.  Sinyal  suara  lebih  murni  dan  tidak  mudah
       terinduksi. Dengan kata lain, hasil suara kabel balance lebih baik
       dibandingkan dengan kabel unbalance.
     • Terminasi kabel balance menggunakan model XLR dan tidak bisa
       menggunakan model RCA. Keunggulan dari terminasi model XLR
       adalah sifat koneksi yang lebih paten dengan sistem ‘click’
     • Kabel balance banyak digunakan di ‘pro-audio’ (untuk panggung
       atau cafĂ©) dan mulai digunakan di ‘audio rumah high-end’
       maupun ‘audio mobil high-end’.

d.  Kabel Speaker
     • Sinyal keluaran amplifier adalah sinyal dengan arus  tinggi dan
       sering disebut ‘sinyal arus kuat’.
     •  Kabel yang digunakan untuk mengalirkan sinyal arus kuat
       disebut kabel speaker.
     • Oleh karena kabel speaker mengalirkan sinyal arus kuat, maka
       ukuran   kabel   speaker   lebih   besar   dibandingkan   kabel
       interconnect.

e.Kabel Mikropon
              Kabel untuk mikrofon terdiri dari dua jenis. Begitu juga dengan kabel balance, yaitu kabel mikrofon standar terdiri atas tiga kabel, yaitu shield ( ground/pelindung ), kabel untuk kutub positip, dan kabel untuk kutub negatip. Sedangkan di dalam kabel mikropon quad berisi lima kabel, yakni shield, dua kabel untuk kutub positip dan dua kabel kutub negatip.
     Kabel mikropon standard dari canare, seperti L2-T2S, terdiri atas dua kabel dalam berwarna biru putih. Isi kedua kabel tersebut  masing-masing  60  kawat  tipis.  Kedua  kabel  itu dibungkus dengan rajutan kawat yang cukup rapat, berfungsi menolak noise dari luar. Kabel tipe ini sangat fleksibel dan kuat. Lapisan plastik pembungkus luar kabel terbuatdari PVC ( Polivinyl Chlorida ). Demikian pula untuk pembungkus ke dua kabel bagian dalamnya
      Bagi yang baru belajar menyolder kabel, kabel ini cukup baik dan tahan panas. Sehingga, tidak perlu khawatir lapisan kabel tersebut meleleh karena terlalu lama menempelkan solder. Tapi jika terlalu lama, tetap akan meleleh juga. Selain itu, kabel balance atau kabel mikropon      diberi tambahan benang – benang        katun sebagai filter/ pengisi dan penguat kabel.. Kabel      mikropon quad  dibuat  untuk digunakan      pada lingkungan yang noisnya cukup tinggi
Gambar 2-83. Contoh kabel mikropon quad
      
  Harga kabel ini lebih murah dari kabel mikropon standar, tetapi memiliki daya tolak noise yang lebih besar saat kabel ditarik cukup panjang. Noise timbul sebagai akibat dari induksi di antara kabel positif dan kabel negatif itu sendiri. Oleh karena bentuknya yang quad, induksi tersebut dapat hilang dengan sendirinya. Ditambah lagi diameter kabel positip dan kabel negatip lebih besar. Kabel ini dapat dimanfaatkan untuk rentangan hingga mencapai panjang 100 m dengan hanya sedikit penurunan kualitas.

f.Kabel Snack

Untuk  kabel  mikropon  dalam  bentuk  kabel  snake, bentuknya mirip dengan beberapa  kabel mikropon  yang digabungkan dan diberi bungkus kembali. Kabel snake ada yang ditujukan  untuk  penggunaan  mobile  dan  instalasi  secara permanen. Perbedaan mendasar ke dua kabel itu sebagai berikut.
    Kabel Snake merupakan kumpulan beberapa kabel audio (mikropon) yang dibungkus ulang. Kabel ini biasanya     difungsikan     untuk  menghubungkan     input     dari  panggung  ke  FOH  (Front  Of House)   atau   untuk   keperluan  instalasi permanen sebuah studio musik
                                                                     
Gambar 2-84. Contoh kabel snake
f.Kabel Coaxial
       Coaxial Cable Adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Pusatnya berupa  inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililiti lagi   dengan   kawat   berselaput  konduktor. Jenis kabel ini biasa digunakan untuk jaringan dengan bandwidth   yang   tinggi.   Kabel coaxial    mempunyai    pengalir tembaga di tengah (centre core). Lapisan plastik (dielectric insulator)
    
Gambar 2-85. Penampang yang     mengelilingi     tembaga kabel coaxial
berfungsi   sebagai   penguat   di antara tembaga dan “metal shielded“. Lapisan metal berfungsi untuk  menghalangi  sembarang  gangguan  luar  dari  lampu kalimantang, motor, dan perlatan elektonik lain. Lapisan paling luar adalah lapisan plastik yang disebut Jacket plastic. Lapisan ini berfungsi seperti jaket yaitu sebagai pelindung bagian terluar.

Jumat, 16 Maret 2012

Konektor Sound System

       Konektor atau sering disebut jack, pin, spade dan banana  sebagai ujung tombak kabel audio, berperan penting. Semakin baik  bahan konduktor yang digunakan konektor semakin baik pula tingkat efiensi transmisi sinyal audionya. Jenis konektor yang sering digunakan dalam sistim audio adalah  RCA, XLR,Tusuk TOA (Mono/Stereo), Mini (Stereo/Mono), Speakon, SPDIF.

a. RCA      
            Konektor RCA banyak digunakan di  perumahan. Konektor ini tersedia male dan  female. Yang ada di dalam box pesawat adalah female. Hampir setiap peralatan audio visual menggunakan RCA sebagai terminal   outputnya.   Ujung   konektor  sebagai  kutub  positif  sedangkan  sisi luarnya sebagai ground. Dalam kehidupan sehari-hari, konektor ini biasanya berwarna kuning, putih atau hitam dan merah.
  Gambar 2-74 Konektor RCA
b. XLR      
    Konektor XLR biasa disebut juga jack canon. Konektor ini mempunyai 3 kaki, yaitu  kaki 1 untukground, kaki 2 untuk positif dan kaki 3 untuk negative. Konektor ini tersedia male dan female. Yang ada di dalam box pesawat  adalah  female  Untuk  hubungan balance,   ketiga   kaki   tersebut   harus dihubungkan  terpisah,  dengan  kata  lain memakai 3 kabel. Untuk hubungan un-balance, kaki 3 dapat disambungkan dengan kaki 1
Gambar 2-75.Konektor XLR






     
c.Tusuk Toa
Konektor jenis ini mempunyai karakteristik seperti RCA,  hanya saja bentuknya berbeda. Jadi ujung
konektor untuk positif sedangkan lainnya sebagai ground. Konektor ini ada dua jenis, yaitu mono dan stereo

Gambar 2-78. Konektor ¼” unbalance (tusuk toa)

                                                       
d.. Mini Jack
        Mini  jack  sama  dengan  konektor tusuk TOA,  hanya  saja bentuknya lebih kecil atau mini.
Gambar 2-81.


e.Konektor Speakon
Speakon adalah konektor yang  digunakan     untuk koneksi speaker, bentuknya seperti   XLR   tetapi   lebih besar, konektor ini tersedia male dan female.

 
                                           Gambar 2-82. Cara instalasi konektor speakon

f. SPDIF
                                                  Sony/Philips Digital Interface Format disingkat S/PDIF adalah
     koleksi  perangkat keras  dan  protokol  level  rendah  untuk
     pengiriman sinyal audio digital antara perangkat dan komponen
     stereo. Format ini dikembangkan oleh Sony dan Philips. S/PDIF
     dikenal   sebagai   format   audio   yang   digunakan   untuk
     mengkoneksikan  antar  perangkat  audio  digital  tanpa  harus
     mengkonversikan dulu ke dalam bentuk analog. Konektor ini bias
     berbentuk RCA dan konektor tusuk dengan pin 5 atau 7

Sabtu, 10 Maret 2012

Array

Array speaker merupakan teknologi terbaru dan diyakini lebih baik oleh para sound engineer untuk saat ini. Karakteristik speakernya   sama   dengan   high   and medium       kabinet       hanya       saja memposisikannya  yang  berbeda.  Array speaker   ini   dipasang   dalam   sebuah  mountain rak kemudian di derek keatas untuk   memperoleh   bidang   jangkauan (Range) suara yang lebih luas.

 Gambar 2-72. Array speaker

Array Speaker
VS

Konvensional
Gambar 2-73. Susunan Speaker

Tabel 2-3 Perbandingan susunan array dan konvensiaonal (groundstack)
                                     
Array Speaker    Range suara lebih luas,Rentan terjadi tabrakan frekuensi
Konvensional     Range suara terbatas, Jarang terjadi tabrakan frekuens

Fill in Speaker

Untuk  pemakaian  di  panggung,  speaker  ini berfungsi sebagai monitor oleh pembawa acara atau pemain musik yang tampil. Fill in speaker juga merupakan  istilah  yang  sering  dipakai  untuk menyebut speaker tunda (delay) yaitu speaker yang dipasang untuk menjangkau audien diluar jangkauan speaker inti. Speaker ini mempunyai karakter sama dengan speaker inti foh, hanya saja power yang lebih kecil dan phase ditunda untuk menyesuaikan jarak audien.
Gambar 2-71.  Ilustrasi  fill in speaker

Kamis, 08 Maret 2012

Speaker Monitor

Sama dengan karakteristik yang dimiliki oleh Full Range tetapi fungsinya sebagai monitor pemain musik yang sedang beraksi. Desain box dibuat khusus sehingga bisa diposisikan menghadap ke  pemain  musik.  Walaupun  ada  juga  yang mempunyai      bentuk konvensional seperti box speaker pada umumnya. Monitor   speaker   ini disebut juga Fill in.
                              Gambar 2-70. Box monitor

Rabu, 07 Maret 2012

Full Range

                                                        
Gambar 2-69. Contoh box speaker fullrange
Speaker jenis ini mampu menghasilkan suara yang  merata  antara  20Hz  sampai  sekitar 19KHz. Sangat cocok untuk menghasilkan suara dari Vokalis, MC dll

Selasa, 06 Maret 2012

Sub Wofer


Gambar 2-68. Salah satu model box response subwoofer (www.nexo.com)
diantara 32Hz-80Hz. Speaker jenis ini  cocok  untuk menghasilkan  nada-nada  sangat  rendah seperti bas drum, bas gitar dsb.

Senin, 05 Maret 2012

Kabinet Woofer

Jenis ini sangat baik untuk menghasilkan suara bas dan bas  menengah seperti tom-tom, beduk, bas gitar, dll.

2.19.3.2.  Sub Woofer Speaker   jenis   ini   menghasilkansuara  lebih rendah  darI Frekuensi  woofer.

Minggu, 04 Maret 2012

Kabinet tinggi dan menengah


Jenis ini sangat baik untuk menghasilkan suara dengan frekuensi 1KHz keatas sampai 19Khz antara lain suara gitar, snare drum, vokal dan simbal
      Gambar 2-66. Box speaker medium dan
Gambar 2-67. Contoh Box woofer  frekuensi tinggi

OUTPUT (Loudspeaker)

Muara dari sebuah sistim audio adalah speaker. Speaker mempunyai fungsi mengubah sinyal elektric menjadi mekanis sehingga dapat menimbulkan suara. Dalam sistim audio, penggunan  Loudspeaker sudah terintegerasi kedalam Box sesuai dengan karakteristiknya masing masing.
Speaker- speaker tersebut bertugas mengeluarkan suara menurut karakteristik frekuensi kerjanya. Berikut macam-macam loudspeaker menurut karakteristik dan       

                                        
Gambar 2-65. Box loudspeaker kegunaannya:  (www.qsc.com)

Sabtu, 03 Maret 2012

Audio Amplifier

 Amplifier  atau  power  amplifier berfungsi untuk menguatkan sinyal audio  setelah  mengalami  proses. Sinyal yang diterima akan dikuatkan untuk kemudian di umpankan ke loud speaker.
  
Gambar 2-64. Power amplifier   (www.behringer.com)

Kamis, 01 Maret 2012

LMS (Loud speaker Management Sistem)


Loud speaker Management Sistem merupakan pengembangan dari crossover aktif, fungsi sama, yang berbeda adalah sistem controlnya.
Gambar 2-63. Loud speaker Management Sistem

Earphone Distributor

Sama dengan Audio distributor, hanya yang digandakan adalah output earphone/headphone. Alat ini digunakan untuk keperluan monitoring.
Gambar 2-61. Powerplay earphone distributor (www.behringer.com)

Rabu, 29 Februari 2012

CrossOver

        CrossOver berfungsi untuk memisahkan sinyal suara menurut frekuensi   respon   speaker.  Pada jaman dahulu, crossover berupa rangkaian pasif yang terdiri    dari    R-L-C    yang dipasang    sesudah    power amplifier.   Untuk   sekarang  telah berkembang  crossover aktif. Crossover aktif dipasang sebelum    power    amplifier, dalam   hal   ini   pemisahan frekuensi lebih   baik   tetapi boros   dalam   penggunaan  power amplifier.

Selasa, 28 Februari 2012

Audio Distributor

      Audio distributor digunakan untuk mendistribusikan sinyal audio. Fungsinya adalah untuk menggandakan output dari mixer dan  mengurangi loss akibat percabangan.

Senin, 27 Februari 2012

RTA (Real Time Analyzer)

RTA adalah alat untuk memonitor frekuensi suara secara real time. RTA digunakan untuk mencari kesalahan kesalahan frekuensi dalam menset sistem audio. RTA akan memberikan informasi berupa gafik frekuensi. Dari alat ini kita bisa mengetahui frekuensi frekuensi noise atau frekuensi yang yang perlu di bost dan di cut.

Audio RTA mempunyai built in mikropon yang flat untuk menerima sinyal suara dari luar.  Jadi, RTA bersifat independent tidak terhubung pada sistem audio melalui jaringan kabel.
Gambar 2-59.Tampilan Software RTA dari Jk

Minggu, 26 Februari 2012

Feedback Destroyed

Feedback Destroyed berfungsi untuk mencegah feedback pada mikropon Penggunaan alat ini bersifat  opsional, tidak wajib,karena alat ini dapat  menurunkan dB. Alat ini digunakan hanya pada situasi sistem audio yang memungkinkan banyak terjadi feedback.
 Gambar 2-60. Anti feedback (www.behringer.com)

Sabtu, 25 Februari 2012

Audio Expander

Audio Expander adalah pesawat audio tambahan untuk membooster frekuensi tertentu. Pesawat audio ini digunakan ketika suara asli kurang dapat diolah atau sang enginer ingin merubah warna input tersebut.

Jumat, 24 Februari 2012

Audio Compressor

Compressor adalah sebuah alat yang termasuk dalam kategori “gain based”. Sewaktu menyetel parameter-parameter yang terdapat pada  sebuah  unit  compressor,  digunakan  satuan  dalam  dB. Compressor berguna untuk membuat sinyal lebih rata atau stabil.  

       Dahulu sewaktu rekaman di pita analog, ketika seorang Sound Engineer merekam material yang memiliki perubahan dinamika tinggi,  maka  dia  akan  menurunkan  volume  sehingga  bagian  yang  berdinamika kuat tidak mengakibatkan distorsi. Masalahnya, ketika volume diturunkan, maka bagian yang lembut  dekat pada noise floor, menjadi tak terdengar jelas karena tertutup oleh suara seperti “shhhhhh”. Dengan menggunakan compressor, maka sound engineer dapat menstabilkan materi sehingga volume keseluruhan dapat diangkat dan mengurangi tape noise.

       Contoh lain adalah penggunaan compressor pada vocal. Mari dibayangkan apabila dimixing sebuah lagu yang hanya terdiri dari vocal, sedangkan musiknya berasal dari keyboard atau organ tunggal. Dapat diketahui bahwa musik organ tunggal memiliki dinamika yang konstan, sehingga akan menjadi masalah apabila vocalnya memiliki dinamika yang lebar. 

       Misalnya penyanyi berbisik pada intro, lalu menyanyi dengan kencang pada bagian reff. Apabila dibalance musik dan vocal berdasarkan saat ref, maka ketika intro vocal tak akan kedengaran karena  penyanyi berbisik. Begitu juga apabila dibalance musik dan vocal berdasarkan saat intro, maka saat ref musik akan tertutup karena vocalist menyanyi dengan kencang / berteriak. 
       Dengan  menggunakan  compressor,  Sound  Engineer  dapat menstabilkan  vocal tersebut sehingga dapat “masuk/menempel” dengan baik pada musik organ tunggal. Untuk rekaman, Compressor juga dapat digunakan “sebelum” sinyal masuk ke tape / hard disk. Untuk aplikasi ini, Compressor berguna untuk menjaga sinyal yang masuk agar tidak sampai terjadi digital clipping. Yang  masih  termasuk  dari  kategori compressor antara lain:  Limiter : outputnya konstan, tidak perduli besar kecilnya sinyal yang masuk / sinyal tak diperkenankan  melewati threshold yang ada.  Brick Wall Limiter : limiter yang banyak   digunakan   pada   saat mastering untuk menaikkan volume keseluruhan  dari  sebuah  materi audio.  Frequency Selected Compressor
       : bekerja pada satu band frequency  yang telah ditentukan. Contohnya adalah deesser. Deesser bekerja
                                              
Gambar 2-56. Audio Compressor

       pada frequency sekitar 5 – 8 kHz     yang telah terpasang pada rak Audio dan berguna untuk menekan bunyi desis pada vocal Multi Band Compressor : banyak digunakan untuk mastering. Beberapa compressor dijadikan satu, tiap compressor menangani frekuensi atau bandwith yang berbeda secara independent. Tiap bandwith dapat memiliki pengaturan attack, release , ratio dan threshold yang berbeda. Misalnya jika memiliki MBC yang dibagi 3, maka dapat di set : satu untuk meng-compress frekuensi rendah, satu untuk mid, dan satu untuk high frequency. 
       Apabila digunakan dengan baik dan benar, sebagian besar  pendengar awam tak akan menyadari bahwa compressor telah digunakan.  Telinga  manusia  cenderung  lebih  peka  terhadap perubahan pitch dari pada perubahan amplitudo. Umumnya, sound engineer mengerti musik. Tentu dapat mengerti, selain nada dan irama, perubahan dinamika atau keras lembutnya sebuah lagu sangat mempengaruhi keindahan dari lagu tersebut. Apalagi untuk lagu klasik,  inilah yang akan dicoba untuk dipertahankan.  
       Secara garis umum ada 5 buah parameter yang dapat di atur, yaitu: threshold, ratio, attack time, release time, dan output/gain. Dari ke 5 parameter ini, dibagi menjadi dua bagian yaitu, threshold dan ratio. Selanjutnya attack time dan release time. Pertama-tama dibahas soal threshold dan ratio.
  o  Threshold adalah satu point dimana apabila sebuah sinyal melewati  titik  ini,  maka  compressor  akan  mulai  bekerja. Pemakailah yang menentukan threshold ini. Sebagai contoh, apabila threshold diatur  pada -20 dB, maka semua sinyal yang melewati -20 dB akan di proses. Sinyal yang tak melewati tak akan di proses.
  o  Ratio adalah perbandingan atau jumlah dari kompresi yang akan dikenakan kepada sinyal audio yang melewati batas threshold. Misalkan ratio di set pada perbandingan 3:1 dan threshold -20 dBFS. Apabila sinyal berada pada -14, berarti melewati threshold dengan jumlah 6 dB. Lalu akan di kompress dengan perbandingan 3:1. Maka akan didapat hasilnya. Nah ini yang ditambahkan pada threshold yang -20 dB tadi. Hasil akhirnya adalah -18 dB. 
  o  Attack time menentukan berapa lamanya   compressor “menunggu sebelum mulai bekerja” setelah ia mendeteksi adanya sinyal yang melewati threshold. Seperti dilihat pada gambar diatas, setiap  instrument memiliki “Sound Envelope” yang berbeda. Jika attack time diset “fast”, maka compressor akan melihat dan bereaksi pada hampir setiap sinyal yang melewati threshold.  Contoh : saat menggunakan compressor pada track drum. Apabila attack time di set cepat, maka compressor akan bereaksi terhadap setiap pukulan drum. Ketika merubah attack time to  “slow”, maka compressor tak akan bereaksi terhadap sinyal berdurasi pendek. 
  o  Release  time  menentukan  berapa  lamanya  si  compressor  “menunggu sebelum berhenti bekerja”  setelah ia mendeteksi  bahwa sinyal audio sudah tak lagi berada di atas threshold. Bisa juga diartikan waktunya sebelum compressor kembali ke normal (sebelum dia bekerja)
  o Make up gain, atau output. Ketika sebuah sinyal di compress,
 maka otomatis amplitudenya akan berkurang. Output ini berguna  untuk menambah “Gain” dari sinyal audio anda yang sudah di kompres. 
       Beberapa Compressor memiliki pengaturan yang disebut Hard Knee atau Soft Knee. Perbedaannya adalah, pada Hard Knee ketika sinyal masih di bawah threshold, sama sekali tidak dicompress. Begitu melewati threshold, maka compressor langsung bekerja. Pada soft knee, ketika sinyal mulai mendekati threshold maka compressornya mulai bekerja.  Beberapa kesalahan yang banyak ditemui pada saat mengatur compressor :
  •    Thresholdnya di set ke 0
  •    Ratio di set ke 1 meng-compress instrument perkusi
  •    Attack terlalu besar saat                            
    Cara cepat untuk mengeset compressor:
  •    Set Ratio 3:1
  •    Set Attack Time 12 ms, Release Time 50 ms atau Auto
  •    Perlahan-lahan turunkan thresholdnya sehingga didapat Gain Reduction antara 4 s/d 8 dB.  
  Panduan menentukan parameter compressor:
  •    Jenis instrument dipakai untuk menentukan attack dan release Time
  •    Teknik bermain atau dynamic range dipakai untuk menentukan  ration dan gain reduction.
        
  Panduan perbandingan dB saat mengcompress dan mixing :
  • +1 dB artinya bertambah 12%
  • +3 dB artinya bertambah 40%
  • +6 dB artinya dua kali lipat lebih kencang ( bertambah 100% )
  • -1 dB artinya 90% dari original SPL
  • -3 dB artinya 70% dari original SPL
  • -6 dB artinya setengah dari original SPL.
  
2.19.2.5.  Multigate
       Gate bisa dianalogikan sebagai volume control otomatis. Ketika menerima trigger berupa suara, maka volume akan terbuka, dan ketika suara tidak ada, maka volume akan di tutup lagi begitu sinyal  itu di bawah titik-batas yang di tentukan. 

  • Titik batas yang ditentukan disebut treshold
  • Seberapa cepat volume dibuka disebut attack
  • Seberapa cepat volume itu ditutup kembali disebut Release
  • Volume tidak sepenuhnya mati disebut Range
       Multigate biasa dipasang di drum sebagi noisegate. Misal
  dipasang di bass drum, ketika bass tidak dibunyikan, maka tidak ada
  suara yang dilewatkan, tetapi ketika dibunyikan maka volume akan
  otomatis terbuka.
 Gambar 2-57. Audio multigate (www.behringer.com)

       Fungsi lain adalah sebagai trigger. Misal dipasang pada snare drum, ketika snare dipukul maka akan mentrigger efek (synthesizer) dan bersamaan akan mengeluarkan bunyi efek yang diinginkan. Synthesizer adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk mensintesa suara sederhana ke dalam bentuk yang lebih kompleks. Ada dua jenis Synthesizer yang pertama Frequency Modulation (FM) Synthesizer lalu yang kedua adalah Wave Tabel (WT) Synthesizer. FM Synthesizer menggunakan modulasi frekuensi untuk  menyintesiskan suara. Wave Tabel Synthesizer adalah perangkat yang lebih mahal dibandingkan FM Synthesizer. Sebab WT Synthesizer memiliki lebih banyak memiliki sampel dari berbagai macam suara instrumen asli yang disimpan dalam  ROM-nya. Jumlah ROM dan kompresi yang dimilikinyalah yang membuat WT
Gambar 2-58. Ultracurve Synthesizer lebih mahal.(www.behringer.com)
  Namun, suara yang dihasilkan dengan Synthesizer ini lebih kaya dibandingkan FM Synthesizer).