Senin, 10 September 2012

Prosedur Perbaikan TV


  • Sebelum menservis, sebaiknya cukupi/sediakan peralatan servis yang dibutuhkan dan siapkan peralatan-peralatan standar keamanan servis (jika ada).
  • Jika Anda seorang muslim, jangan lupa baca Basmallah sebelum mengerjakan sesuatu, termasuk servis.
  • Setelah berhasil membuka perangkat, sebaiknya bersihkan dulu mesin dari debu/kotoran, kalo perlu bersihkan juga bagian jalur PCB (bawah) dengan thinner. Jika mesin TV kelihatan bersih, proses servis lebih mengasikkan dan tidak menjemukan.
  • Amati semua komponen yang secara fisik ditemukan kejanggalan misalnya berkarat, gosong, retak, menggembung, dll. Jika ditemukan, segera dicek atau diganti.
  • Solder ulang pada bagian-bagian/solderan yang disinyalir retak dan akan retak. Misalnya resistor-resistor besar (1 atau 2 watt), kaki-kaki IC dan STR dll). Manfaat lain dari solder ulang, secara tidak langsung penyervis akan belajar memahami blok-blok dari mesin TV yang sedang diservis.
  • Khusus TV/perangkat yang sudah dilengkapi dengan Servis Menu, sebaiknya cek dulu data servis menunya sebelum menyolder, hampir sebagian besar kerusakan TV jenis ini disebabkan oleh berubahnya data settingan. Lumayan jika cuma mengubah data servis saja.
  • Hanya menservis per-blok, jangan berfikir kemana-mana. Usahakan tidak berfikir yang sulit-sulit terlebih dahulu, kadang kerusakan hanya bersifat 'sederhana'.
  • Jika menemukan kesulitan, lakukan tindakan pengumpulan data, misalnya bertanya ke teman, membaca datasheet, skema dll.
  • Jika ditemukan komponen/blok yang rusak, cari penyebabnya terlebih dahulu sebelum penggantian. Misalnya transistor horisontal rusak/mati mungkin disebabkan oleh TFB yang konslet.
  • Setelah TV yang diservis bisa menyala normal, biarkan menyala selama 5 s/d 15 menit, selama menyala amati jika ada gejala tidak normal, misalnya suara yang 'aneh', setelah dimatikan, sentuh/cek komponen-komponen aktif dari panas berlebih (overheat), jika dirasa sudah beres, bisa ditutup kembali dan menunggu bayaran.